Selasa, 28 Februari 2012

ILMU PENGETAHUAN DASAR

NAMA       : DHONY KURNIADI
NPM          : 21110943
KELAS      : 1KBO1
TANGGAL: 14 OKTOBER 2010



Ilmu pengetahuan dasar

Ilmu ialah -      pengetahuan yang telah di uji kebenarannya
-          Membahas hal-hal  yang dapat diamati.
Ciri-ciri ilmu :
a)      Jelas objeknya(mempunyai ontologis ilmu).
b)      Mempunyai metode/cara tertentu (epistimologi ilmu).
c)       Bersifat sistimatis.
d)      Bersifat universal.
e)      Mempunyai kegunaan bagi kesejahteraan hidup manusia (aksiologis ilmu).

Pada dasarnya ilmu dapat dibagi menjadi 2, yaitu ilmu murni dan ilmu terapan.

Ilmu murni : ialah ilmu yang membahas/mendalami ilmu itu sendiri. Dalam pendidikan ilmu murni akan tampak dari adanya usaha untuk membahas teori-teori pendidikan secara dalam (sampai tingkat elementer-atomistik)


Ilmi terapan : ialah usaha-usaha menerapkan dalam kegiatan proses kehidupan (sebagai alat yang memudahkan kehidupan).

Pengetahuan
Pengetahuan pada hakikatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objuk tertentu, termasuk kedalamnya adalah ilmu, jadi ilmu merupakan bagian dari pengetahuan yang di kenal oleh manusia .Pengetahuan merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung atau tak langsung turut memperkaya kehidupan kita. Sukar untuk dibayangkan bagaimana kehidupan manusia seandainya pengetahuan itu tidak ada, sebab pengetahuan merupakan sumber jawaban bagi berbagai pertanyaan yang muncul dalam kehidupan.

Tiap jenis pengetahuan pada dasarnya menjawab jenis pertanyaan tertentu yang dianjurkan. Oleh sebab itun agar dapat memanfaatkannya segenap pengetahuan kita secara maksimal maka harus kita ketahui jawaban apa saja yang mungkin bisa diberikan oleh suatu pengetahuan tertentu atau dengan kata lain, perlu kita ketahui kepada pengetahuan mana suatu pertanyaan tertentu harus kita anjurkan.
Jadi pada hakikatnya kita mengharapkan jawaban yang benar, dan bukanlah sekedar jawaban yang bersifat sembarang . masalah yang dalam kajiaan filsafati tersebut epitemologi, dan landasan epistemologi ilmu di sebut metode ilmiah. Dengan kata lain metode ilmiah adalah cara yang di lakukan ilmu dalam menyusun pengetahuanyang benar.

Setiap jenis pengetahuan mempunyai ciri-ciri yang spesifik mengenai apa ontologi, bagaimana epistemologi dan untuk apa aksiologi pengetahuan tersebut disusun. Ketiga landasan ini saling berkaitan; jadi ontologi ilmu terkait dengan epistemologi ilmu dan epistemologi ilmu terkait dengan aksiologi ilmu dan seterusnya. Jadi kalau kita ingin membicarakan epistemologi ilmu, maka hal ini harus dikaitkan dengan ontologi dan aksiologi ilmu.

Berdasarkan landasan ontonomi dan aksiologi seperti itu maka bagaimana sebaiknya kita mengembangkan landasan epistemologiyang cocok? Persoalaan utama yang dihadapi oleh tiap epistemologi pengetahuan pada dasarnya adalah bagaimana mendapatkan pengetahuan yang benar dengan memperhitungkan aspek ontologi dan aksiologi masing-masing. Demikian juga halnya dengan masalah yang dihadapi epistrmologi keilmuan yakni bagaimana menyusun pengetahuan yang benar untuk menjawab permasalahan mengenai dunia empiris yang akan digunakan sebagai alat untuk meramalkan dan mengontrol gajala alam.Ilmu mencoba mencari penjelasan mengenai alam menjadi kesimpulan yang bersifat umum dan impersonal.

Penalaran merupakan salah satu kemampuan yang menyebabkan manusia mampu mengembangkan yang merupakan rahasia kekuasaan-kekuasaannya. Secara simbolik manusia memakan buah pengetahuan lewat Adam dan Hawa dan setelah itu manusia harus hidup berbekal pengetahuan ini. Dia mengetahui mana yang benar dan mana yang salah, mana yang baik dan mana yang buruk, serta mana yang indah dan mana yang jelek. Secara terus-menerus dia dipaksa harus mengambil pilihan: mana jalan yang benar mana jalan yang salah. Mana tindakan yang baik mana tindakan yang buruk, dan apa yang indah dan apa yang jelek. Dalam melakukan pilihan manusia berpaling kepada pengetahuan.

Manusia adalah satu-satunya mahluk yang mengembangkan pengetahuan ini secara sunguh-sungguh. Binatang juga mempunyai pengetahuan, namun pengetahuan ini terbatas untuk kelangsungan hidupnya (survival). Seekor kera tahu mana buah jambu yang enak. Seorang anak tikus tahu mana kucing ganas. Anak tikus ini tentu saja diajari induknya untuk sampai pada pengetahuan bahwa kucing itu berbahaya.
Manusia mengembangkan pengetahuannya mengatasi kebutuhan kelangsungan hidup ini. Dia memikirkan hal-hal baru, menjelajah ufuk baru, karena dia hidup bukan sekedar kelangsungan hidup, namun lebih dari itu. Manusia mengembangkan kebudayaan; menusia memberi makna kepada kehidupan; dan masih banyak lagi pernyataan semacam ini: semua itu pada hakikatnya menyimpulkan bahwa manusia itu dalam hidupnya mempunyai tujuan tertentu yang lebih tinggi dari sekedar kelangsungan hidupnya. Inilah yang menyebabkan manusia mengembangkan pengetahuanannya; dan pengetahuaan ini jugalah yang mendorong manusia menjadi mahluk yang bersifat khas dimuka bumi ini.

Pengetahuaan ini mampu dikembangkan manusia disebabkan dua hal utama yakni, pertama manusia mempunyai bahasa yang mampu mengkomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang menelatarbelakangi informasi tersebut.  Sebab kedua, yang menyebabkan manusia  mampu mengembangkan pengetahuaannya dengan cepat dan mantap, adalah kemampuan berfikir menurut suatu alur kerangka berpikir tertentu. Secara garis besar cara berpikir seperti ini disebut poenalaran.

Dua kelebihan inilah yang memungkinkan manusia mengembangkan pengetahuannya yakni bahasa yang bersifat komunikatif dan pikiran yang mampu menalar. Tentu saja tidak semua pengetahuan berasal dari proses penalaran; sebab berpikir pun tidak semuanya bedasarkan penalaran. Manusia bukan semata-mata mahluk yang berpikir: sekedar homo sapiens yang steril. Manusia adalah mahluk yang berpikir, merasa, mengindra; dan totalitas pengetahuannya berasal dari ketiga sumber tersebut.

Penalaran merupakan suatu proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Agar pengetahuan yang dihasilkan penalaran itu mempunyai dasar kebenaran maka proses berpikir itu harus dilakukan sesuatu cara tertentu. Suatu penarikan kesimpulan sudah dianggap sahih kalau proses penarikan kesimpulan tersebut di lakukan menurut cara tertentu.cara penarikankesimpulan itu disebut logika, logika secara luas dpt disimpulkan sebagai pengkajian untuk berpikir secara sahih.

Baik logika deduktif maupun logika induktif, dalam proses penalarannya, menggunakan premis-premis yang berupa pengetahuan yang dianggapnya benar. Kenyataan ini membawa kita kepada sebuah pernyataan ; bagaimana caranya kita mendapatkan pengetahuan yang benar itu? Pada dasarnya tersapat dua cara yang pokok bagi menusia untuk mendapatkan pengetahuan yang benar. Yang pertama adalah mendasarkan diri kepada rasio. Yang kedua mendasarkan diri kepada pengalaman. Kaum rasionalis mengembangkan paham yang kita kenal yaitu rasionalisme. Sedangkan mereka mendasarkan diri kepada pengalaman pengembangan paham yang disebut dengan empirisme.

Di samping rasionalisme dan empirisme masih terdapat cara untuk mendapatkan pengetahuan yang lain.yang penting untuk kita ketahui adalah intuisi dan wahyu. Intuisi merupakan pengetahuan yang didapaykan tanpa melalui proses penalaran tertentu.wahyu merupakan pengetahuan yang disampaikan oleh tuhan kepada manusia. Pengetahuan ini disalurkan lewat nabi-nabi yang di utusnya sepanjang jaman. Agama merupakan pengetahuan bukan saja mengenai kehidupan sekarang yang terjangkau pengalamannya, namun juga mencangkup masalah-masalah yang bersifat transedental seperti latar belakang penciptaan manusia dan hari kemudian diakherat nanti. Pengetahuan ini didasarkan kepada kepercayaan akan hal-hal yang gaib(supernatural). Kepercayaan kepada tuhan yang merupakan sumber pengetahuan. kepercayaan kepada nabi sebagai perantara dan kepercayaan terhadap wahyu sebagai cara penyampaian, merupakan dasar dari penyusunan pengetahuan ini. Kepecayaan merupakan titik tolak dalam agama.pengetahuan, lain seperti ilmu umpamanya, bertitik tolak sebaliknya. Ilmu di mulai dengan rasa tidak percaya, dan setelah melalui proses pengkajian ilmiah, kita bisa di yakinkanatau tetap pada pendirian semula.

Contoh antara ilmu dan pengetahuan

Tidak jauh-jauh dari lingkungan sekitar yang pernah kita jumpai/ pernah kita rasakan antara lain seperti, saat melihat plank/tanda dimana gambar tersebut bermaksud tidak boleh parkir, tapi masih ada saja yang parkir di depan plank tersebut,jadi kita dapat menyimpulkan bahwa kita itu  punya pengetahuan akan tetapi ilmunya yang tidak dipakai.
Dan ada lagi seperti dimana ada papan yang bertuliskan bahwa disini tidak boleh membuang sempah, tetapi coba kita liat......
 masih banyak juga orang yang membuang dia area papan larangan tersebut. Yang dapat mengakibatkan banyak permasalahan seperti  mudah terserang penyakit disebabkan  tempat tersebut jadi kumuh,kotor, lebih parah lagi bisa menyebabkan banjir. Andai saja banyak orang yang mematui peraturan tersebut. Banyak keuntungan yang akan kita dapati , daerah yang bersih,teratur, dan kita juga akhirnya mengerti bahwa pengetahuan kita itu dipakai, dan ilmunya juga pun di pakai pula.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management